|
Sekitar awal tahun 2005 gw join hiphopindo.net dan bertemu temen se-hobby. dari situs itulah gw mulai mengenal rapper2, beatmaker, dan teman-teman satu profesi lainnya! tapi perkenalan itu belum membawa gw ke jenjang karir atau produksi sebuah track. Singkatnya, awal track gw dibuat bersama kawan gw RaptorX.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, salah satu rapper yang sudah cukup punya nama merilis album pertamanya. Tanggal 21 Desember 2011 kemarin, bertempat di Pro Arena Futsal Pondok indah, Jakarta Selatan, Arvisco resmi merilis Prince of South. Debut album pertama yang berisi tujuh lagu, dua diantaranya telah menjadi single diradio-radio dan komunitas mobil. Arvisco, rapper yang sudah punya nama dikalangan komunitas merilis albumnya dibawah label Zero One. Dengan mengandalkan single “Nyasar”, kelanjutan dari dua single sebelumnya, “Macet” (2009) dan “Raja Jalanan” (2010). Tujuan digelarnya launching dan meet & greet ini untuk sharing tentang album Prince of South dan tentang musik industri. Acara yang dimulai tepat pukul 19.00, sesuai dengan rundown. Di pandu oleh Dyta sebagai MC, dan Teezy di departemen DJ.
Dalam meet & greet, Arvisco menjelaskan alasan tertundanya perilisan albumnya, “menemukan tema yang cocok ditiap lagu menjadi salah satu faktor yang bikin tertundanya album ini, karna di album ini masing-masing lagu saling berkaitan”, ujar rapper yang juga dijuluki Prince of Crunk ini.
Disamping itu, Andy GDT yang duduk sebagai produser dan beatmaker menjelaskan, “album Prince of South adalah album yang pantas untuk dimiliki, khususnya untuk komunitas mobil”.
Andy GDT menambahkan, “secara kualitas, lagu-lagu yang ada di album Prince of South mempunyai tema-tema yang fresh, unik, dan nakal. Hal tersebut yang membuat album Prince of South menjadi terasa berbeda di banding album-album milik rapper lain”.
Di tengah-tengah acara, ada juga perwakilan dari salah satu label besar, IT Production, yang memberikan bahasan tentang kebijakan-kebijakan major label yang enggan mengontrak rapper. “label itu seperti perusahaan, jelas profit menjadi orientasi utama, tidak heran jika artis-artisnya dipaksa untuk mengikuti trend pasar musik di Indonesia”, ucapan dari Bengbeng, Marketing IT Production.
Tidak ketinggalan, Mo Charizma, CEO & Founder Zero One, ikut serta memberikan pandangannya terhadap industri musik. Ia mengatakan “selalu memposisikan kita seperti atlit motor cross yang terus melaju kencang hingga garis finish”, maksudnya adalah jadi diri sendiri, tidak bergantung dengan orang lain dan terus berkarya dengan apa yang kita bisa sampai mimpi kita benar-benar terwujud.
Tepat jam 20.45 WIB acara ditutup, terlihat penonton yang hadir cukup puas dengan suguhan materi-materi yang diberikan, ada banyak pelajaran yang dapat di ambil. Arvisco menutup acara dengan memberikan tanda tangan di sampul CD Prince of South kepada tiap orang yang membeli CD Prince of South. Tidak ketinggalan Arvisco membawakan single “Macet” dan “Mobil Goyang”, yang akan menjadi single selanjutnya setelah “Nyasar”. |
Who's Online
We have 1 guest onlineVisitors Counter









